Semangat Nobita!

Berada di kamar yang tidak terlalu luas, saya menonton TV yang juga tidak terlalu besar. Kebetulan beberapa channel TV menyiarkan berita terbaru yang sedang hangat mengenai pembunuhan seorang anak kecil oleh orang tua berusia 60 tahun. Saya kurang tahu bagaimana modus operandi, latar, dan motif pembunuhan karena berita disiarkan dalam bahasa Jepang. Yang pasti, ketika melihat foto sang korban dan video pelaku yang digiring polisi membuat saya ngeri, dan sadar bahwa saya tak seberani ketika baca segambreng kasus pembunuhan di komik Detective Conan.

Di hari terakhir saya di Tokyo, saya berjalan di persimpangan Shinjuku. Saya berlalu lalang pada sekitar pukul 19.00 sehingga wajar jika jalanan sangat ramai. Di tengah padatnya orang menyebrang dan berjalan dengan kecepatan tinggi, saya menemukan sederatan gelandangan yang tertidur di pinggir jalan raya. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya tidur di luar dalam cuaca sedingin ini.

***

Hari hari pertama saya di Jepang, saya merasa sangat kagum dengan semua yang ada di negeri ini. Rasa-rasanya, saya ingin membawa semua orang Indonesia ke sini untuk belajar agar bisa meniru kebaikannya. Saya ingin suatu saat Surabaya bisa punya jaringan transportasi bawah tanah yang sangat lengkap. Saya membayangkan orang-orang di Stasiun Sudirman atau Tanah Abang bisa membiarkan orang keluar kereta terlebih dahulu baru kemudian masuk kereta bergantian. Saya ingin semua masyarakat Indonesia terutama pelayan publiknya dapat memberikan bantuan dengan ikhlas dan sepenuh hati ketika ada yang memerlukan.

Selayaknya Nobita bertemu Dekisuge, saya merasa harus ‘tepok jidat’ ketika membandingkan keadaan di Indonesia dan Jepang. Saya merasa ‘retarded’ ketika melihat orang Jepang yang sangat disiplin dalam mengantre di peron dan bahkan di eskalator. Saya agak minder melihat lampu lalu lintas untuk penyeberang jalan berfungsi dengan sangat baik karena semua pihak mematuhi aturannya. Begitu pula ketika merasakan sistem transportasi yang sangat terstruktur mulai dari kereta sampai becak.

_Namun, Nobita terus berusaha keras untuk bisa hidup bahagia dan membahagiakan Shizuka, walaupun Dekisuge terlihat jauh di depan dia. _

Walaupun Jakarta belum punya jaringan transportasi bawah tanah yang sangat lengkap, namun peningkatan fasilitas komuter line bisa menyelamatkan hari-hari saya di ibu kota. Walaupun bis di Jakarta masih pakai kenek dan ‘kiri bang’ sebagai remnya, adanya Transjakarta dan angkutan umum sangat memudahkan wira wiri dengan biaya sangat murah. Walaupun saya tidak menemukan Ginko berwarna kuning di Indonesia, adanya taman Bungkul sebagai meeting point paling yahud di Surabaya membuat saya bangga dan bisa foto foto juga di sana. Walaupun Jepang lebih maju, toh turis Swedia yang saya temui menyatakan bahwa Indonesia is my favorite destination (walaupun ada kemungkinan ia mengatakan begitu karena tau saya orang Indonesia). Seindah apapun Jepang dan setinggi apapun panasnya Indonesia, alhamdulillah saya hidup di negara tropis ini.

Nobita hanya perlu menjadikan Dekisuge sebatas guru untuk meningkatkan nilai matematikanya. Dekisuge bukan dewa yang bisa mendapatkan semuanya, toh Shizuka akhirnya memilih menikah dengan Nobita.

Toh acara TV di Jepang menyiarkan berita mengenai pembunuhan seorang anak kecil. Toh di pinggiran jalanan Shinjuku masih ada sederetan gelandangan yang tidur di jalan dalam cuaca sangat dingin. Jelas, Jepang bukan negara dewa. Nippon bukan pemimpin, pelindung, dan cahaya Asia.

Bertemu dengan orang-orang Tokyo membuat saya lebih termotivasi untuk membudayakan antre, menghargai sistem dan orang, mengerjakan aktivitas dengan sebaik-baiknya, tidak merugikan orang lain, serta bersyukur dengan Indonesia yang sedang berusaha maju.

PS: ceritanya lagi nasionalis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s