Diskusi Sarapan Saat Lebaran

Lebaran kemarin, saya dan keluarga mudik ke Jakarta. Di sana kami menginap di salah satu penginapan di daerah Jakarta Selatan. Selama 4 malam menginap, kami melakukan sarapan bersama dengan menu salad yang segar, sosis ayam dan kentang yang enak, peach connote yang menagihkan, dan puding roti yang lezat. Dalam kesempatan yang langka ini, kami pun berbincang dan berbagi kisah. Salah satu yang paling berkesan adalah perbincangan dengan Bapak. Banyak sekali pengetahuan dan pandangan yang sangat berharga yang saya dapat dari perbincangan itu.

Diskusi ini kebanyakan dipicu oleh pertanyaan saya. Bapak kemudian menjelaskan dengan sistematis dan sangat komprehensif. Agar pengetahuan yang saya dapat bisa bertahan lama, saya mencoba mendokumentasi dan merangkum dalam tulisan ini. Selamat menikmati.

Hari Pertama

Bapak tiba-tiba bertanya, Syiah dan sunni, mana yang lebih dulu? Kemudian saya menjawab, bukankah sunni itu Islam? Jadi sudah ada sejak Islam itu ada.

Bapak kemudian baercita, Syiah berawal ketika Abu Bakar diangkat menjadi khalifah setelah Rasulullah meninggal. Saat itu ada segolongan orang yang kecewa karena seharusnya Ali yang menjadi penerus Rasulullah karena mempunyai hubungan keluarga langsung dengan Rasul.

Dari sana, muncullah golongan syiah yang mengagung-agungkan Ali dengan berlebihan. Golongan lain yang non-syiah berpedoman dengan Alquran dan sunnah-sunnah Nabi. Makanya, mereka disebut dengan ahlu sunnah atau sunni.

Sejak saat itu, muncullah istilah sunni. Jadi, secara istilah Syiah muncul terlebih dahulu baru sunni. Namun jika dilihat, ajaran sunni adalah ajaran yang diajarkan Nabi Muhammad, sehingga secara substansi sunni itu Islam dan sudah muncul sejak Allah mengajarkan agama Islam ke Nabi Adam.

Hari Kedua

Diskusi hari kedua dimulai dengan pertanyaan saya: kenapa ayam tidak bisa terbang? Jawabannya ternyata merembet ke evolusi.

Ayam tidak bisa terbang karena dia sudah terlalu nyaman menjadi hewan ternak dan lupa bagaimana caranya terbang. Kecuali ayam hutan, ayam ternak tidak melatih anaknya untuk terbang. Padahal secara genetik, ayam punya kemampuan untuk terbang, berbeda dengan burung unta yang memang dari sananya tidak bisa terbang.

Pertanyaan berlanjut ke: kenapa gigi geraham belakang manusia perlahan menghilang? Dokter gigi saya bilang hal ini akibat dari evolusi. Jadi dulu manusia memakan daging mentah, jadi butuh gigi yang lebih banyak. Semakin ke sini, manusia tidak lagi butuh gigi sebanyak dulu karena sudah makan makanan yang diolah.

Bapak menjelaskan bahwa, bisa jadi manusia dengan jumlah gigi yang lebih sedikit (tanpa gigi geraham belakang) bisa makan lebih cepat dan banyak sehingga lebih mudah bertahan hidup. Alhasil, manusia tanpa gigi geraham belakang lebih bertahan hidup dan menghasilkan keturunan lebih banyak. Jadi, generasi gigi geraham belakang yang hampir hilang ini ada karena nenek moyang kita tanpa gigi geraham belakang yang paling bisa bertahan hidup dan mempunyai keturunan.

Saya menjadi tercerahkan mengenai apa yang disebut evolusi. Jadi evolusi bukan terjadi semata-mata akibat perubahan gen dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Evolusi adalah masalah siapa yang paling bisa bertahan hidup, dia yang akan menang dan melanjutkan generasi.

Bapak juga menjelaskan bahwa sifat dasar manusia bisa dibentuk dengan faktor genetis dan lingkungan. Genetik manusia akan bisa membentuk manusia apabila distimulus dengan faktor lingkungan. Sebagai contoh, walaupun seseorang punya potensi tinggi dari bapak ibunya, apabila tidak pernah olahraga dan diberi makanan sehat, maka dia akan sulit tumbuh tinggi. Begitu juga dengan bakat atau kecerdasan yang mempunyai 70% kemungkinan akan diturunkan secara genetis. Anak dengan pita suara yang bagus namun jarang latihan akan kalah saing dengan anak tanpa bakat nyanyi namun sering latihan.

Hal ini juga menjelaskan kasus yang pernah diberikan Bang Iqbal, bahwa ada orang yang mempunyai anak dengan fisiologis yang cukup berbeda karena mereka lahir di belahan negara yang berbeda masing-masing. Jadi Bang Iqbal pernah cerita, ada keluarga yang anaknya berbeda-beda bentuk fisiknya. Anak pertama mempunyai mata yang lebih besar dan dia dilahirkan di negara X, anak kedua lebih putih dengan rambut keriting dan dia dilahirkan di negara Y, dan selanjutnya. Kata Bapak, ada faktor lingkungan seperti suhu, lokasi geografis, dll yang memberikan atau tidak memberikan stimulus pada gen si anak. Sebagai contoh, walaupun kita berkulit hitam (kulit menghasilkan melanin yang cukup banyak), apabila ditempatkan di negara dingin, maka kulit kita bisa lebih cerah karena tidak ada sinar matahari yang menstimulus terbentuknya melanin dalam kulit. Oleh karena itu, bisa jadi anak yang lahir di daerah dingin berkulit lebih terang dibanding anak yang lahir di daerah tropis walaupun mereka lahir dari orang tua yang sama.

Hari Ketiga

Hari ketiga adalah pembahasan mengenai penyakit gula dan metabolisme sel. Diskusi ini berawal dari Bapak yang menceritakan temannya terkena penyakit gula kemudian matanya jadi kabur. Kemudian saya bertanya, apa hubungannya penyakit gula dengan mata yang kabur?

Penderita penyakit gula mengalami kerusakan pada hormon insulinnya. Hormon insulin ini membantu sel menyerap gula dari darah untuk sumber energi. Gula dan hormon insulin diedarkan ke seluruh sel tubuh melalui cairan darah. Ketika sel tidak bisa menyerap gula, maka sel tersebut tidak bisa melakukan metabolisme dengan sempurna. Oleh karena itu, orang dengan penyakit gula bisa bermacam-macam indikasinya. Gula yang tidak bisa terserap di sel tersebut akhirnya terperangkap di aliran darah dan membuat darah menjadi kental. Ketika aliran darah terlalu kental, aliran oksigen dll juga tidak lancar menyebabkan organ-organ lain tidak bisa berfungsi dengan baik. Salah satu dampaknya adalah pada mata. Akibat selnya tidak bisa mencerna gula, maka bola mata menjadi terlalu kental dan perlu menyerap air dari luar. Karena menyerap air, maka bola mata menjadi membesar dan merobek selaput mata. Ada juga yang daging-daging di jarinya tiba-tiba terkikis sendiri karena selnya mati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s