#8 Untuk Hana-yang-berumur-kurang-lebih-30-tahun

Dear Hana-yang-berumur-kurang-lebih-30-tahun,

halo. Aku mau curhat. Kamu tahu apa yang paling menyebalkan ketika hidup? Dilarang bertanya.

Aku adalah orang yang (sebenarnya) mempunyai banyak pertanyaan, secara detil dan dalam. Aku suka penasaran dengan hal remeh, seperti mengapa musim rambutan bisa sama di seluruh Jawa. Hal itu cukup mengganggu pikiran, karena kita tahu bahwa tidak semua petani ramai-ramai menanam rambutan di saat yang sama. Atau tahukah kamu kenapa pisang dimakan dari bagian bawahnya dulu? Aku tahu. 

Ketika sedang menonton film, pertanyaan semakin banyak muncul. Setelah dua hari menonton film tentang pengadilan, aku jadi penasaran dengan apa tugas jaksa, perbedaan proses pengadilan di Amerika dengan di Indonesia.

Ketika sedang belajar di kelas tentang Fisika atau Basis Data, pertanyaan pun muncul. Bagaimana bisa begitu, kenapa bisa ada rumus seperti ini? Fyi, aku hanya percaya pada rumus dasar seperti F=m.a atau E = m.c^2. Sisanya adalah rumus turunan. Atas dasar kepercayaan itu, aku jadi suka bertanya pada guru Fisika, kenapa begitu? Setiap dia menjelaskan satu baris. Mungkin dia capek, hingga akhirnya memintaku untuk terima saja.

Waktu SMA, aku tidak terlalu suka Kimia. Aku merasa paling tidak bisa memahami konsep Kimia. Ketika aku belajar pada teman yang terkenal pintar Kimia, aku suka bertanya, kenapa dia bisa bereaksi seperti itu? Asal tahu saja, aku hanya percaya pada tabel periodik dengan jumlah elektron-protonnya. Sifat kimia lainnya, bisa dipikir dengan logika jumlah elektron. Mungkin teman saya sedang lelah, hingga akhirnya dia menyerah mengajarkan saya.

Waktu kuliah, saya pernah mendapat pelajaran Basis Data. Aku merasa ada yang kurang cocok dengan logika dari perkuliahan sebelumnya. Sekedar informasi, aku percaya logika relasi pada fungsi, diagram, dan basis data pasti berkolerasi. Aku bertanya secara detil kepada dosen di kelas. Mungkin murid lain ada yang merasa jenuh, hingga saya ditegur untuk berhenti. Dan pertanyaan tak terjawab.

Aku pernah bertanya kenapa begini kenapa begitu. Namun ada orang yang kesal dan menjawab, “Jangan tanya-tanya terus.” Atau ada yang beranggapan, “Kalau kebanyakan bertanya bisa jauh dari petunjuk Tuhan.” Sampai sekarang aku masih penasaran, kenapa bisa begitu. Karena menurutku, bertanya berarti mencari kebenaran. Karena takut dimarahi lagi, aku diam.

Salah satu filsuf yang aku suka adalah Socrates. Dia tidak menghasilkan satu karya tulis pun. Semua pemikirannya ditulis oleh muridnya, Plato. Yang dia lakukan adalah berjalan-jalan di alun-alun Athena dan bertanya pada orang. Ada yang menjawab, ada yang marah. Hingga akhirnya di dihukum mati oleh pemerintah atas pertanyaannya.

Aku sempat kepikiran, pertanyaan-pertanyaan-yang-tidak-berkenan-untuk-ditanyakan-karena-mengganggu-publik ini bisa jadi tersimpan di pikiran dan membuatku bodoh perlahan.

Sudah selesai curhatku. Semoga membantu. Salam untuk anakmu, jawablah pertanyaan-pertanyaannya.

Tanpa lilin,

Hana-yang-berumur-kurang-lebih-20-tahun

nb: untuk belajar menjawab pertanyaan, bisa belajar ke Bapak. Dia bisa menjawab apapun pertanyaanku. Pun tidak bisa menjawab, dia mengaku kalau dia tak bisa dan memberikan sedikit gambaran.

Advertisements

One thought on “#8 Untuk Hana-yang-berumur-kurang-lebih-30-tahun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s