#7 Untuk Hana-yang-berumur-kurang-lebih-30-tahun

Dear Hana-yang-berumur-kurang-lebih-30-tahun,

sekedar informasi, wacana menanam bunga matahari tidak berjalan baik. Akhir-akhir ini cuaca sangat panas sehingga tanah di halaman menjadi sangat kering dan retak-retak. Walaupun aku suka menyiraminya, namun bibit-bibit itu sudah tak nampak lagi. Mungkin waktunya belum pas untuk saat ini. Kuharap segala harapan dan cita-citamu tidak senahas cita-cita bunga matahariku.

Selain tentang bunga matahari, aku punya sedikit kekhawatiran lain belakangan ini. Aku takut apabila aku sudah menikah dan menjadi orang tua, aku hanya orang dewasa yang biasa-biasa saja. Mempunyai penghasilan, dua anak, menyekolahkan anak, bekerja, memasak, dan berlibur. Aku tidak ingin, harapan dan idealisme yang menggebu-gebu (oh, sepertinya agak berlebihan, aku tidak seidealis itu) ini hanya ada karena aku seorang mahasiswa. Mentang-mentang aku berusia 20 tahun (ups! Maksudku 21) maka aku bisa bebas bermimpi indah. Dan apabila aku tumbuh menua, mereka lambat laun hilang dan yang aku pikirkan hanya bisa kasih makan enak untuk keluarga. Oleh karena itu aku mengingatkanmu bahwa kamu orang dewasa yang berbeda. 

Mumpung kamu masih berusia 30 tahun, coba ingat lagi apa yang aku harapkan darimu sekarang. Aku tahu, mengurus makan dan pendidikan anak-anakmu, ditambah mendampingi pekerjaan suamimu pasti sudah menyita energimu. Keseharianmu yang disibukkan dengan berbagai urusan mungkin akan membuatmu merasa tidak ada waktu lagi untuk menambah tanggung jawab. Tapi coba pahami, untuk menjadi sesuatu yang lebih sangat butuh melewati masa-masa tidak enak dan pikiran lebih baik berhenti saja. Namun seorang Hana selalu berani membakar kapalnya kan? Ingat ketika Hana-18-tahun harus melewati ujian terberat selama hidupnya? Atau Hana 20-tahun yang sangat ingin agar bisnisnya berhenti saja? Menjadi lebih memang tidak pernah mudah.

Untuk membantumu, mulai sekarang aku mencoba beradaptasi dengan kehidupan orang dewasa. Dimulai dengan bekerja mencari nafkah sendiri (oh, paham kan kamu mengapa aku jarang mengirimu surat lagi?) sambil menjalani kuliah. Aku kira ini sebagai percobaan kecil untuk mengatur waktu antara memenuhi kebutuhan dasar keluarga sambil melakukan sesuatu yang lebih dari yang lain. Sekarang aku masih belum lihai melakukannya, masih sering kewalahan. Namun aku akan terus belajar dan berjuang, untuk kamu agar tidak jadi orang dewasa yang biasa-biasa saja. Mengerti?

Tanpa lilin,

Hana-yang-berumur-kurang-lebih-20-tahun

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s