#6 Untuk Hana-yang-berumur-kurang-lebih-30-tahun

Dear Hana-yang-berumur-kurang-lebih-30-tahun,

maaf aku sedikit merepotkanmu dengan sok mengatur kebun dan dapurmu di surat sebelumnya. Mungkin aku akan memberikan beberapa saran lagi untukmu ke depannya, namun terserah kamu apabila ingin mengabaikannya.

Di surat ini aku tidak akan sok mengatur kehidupanmu. Itu suamimu, anakmu, dan rumahmu, selamat berbahagia. Kali ini aku ingin bertanya tentang kau dan aku.

Akhir-akhir ini aku memikirkan beberapa hal, yang mungkin bisa aku ceritakan padamu. Aku pernah berpikir, apakah aku dan kamu adalah orang yang sama? Maksudku, apakah ketika kamu membaca surat ini, kamu merasa ini ditulis oleh dirimu untuk dirimu atau ditulis oleh seseorang di dimensi ruang dan waktu yang berbeda? Kadang ketika aku menuliskannya, aku merasa ada sosok Hana yang benar-benar berusia 30 tahun sedang membaca surat ini. Entah kapan atau di mana sosok Hana itu saat ini.

Ruang dan waktu memang suatu hal yang relatif. Aku pun terkadang merasa tidak yakin apakah kamu benar-benar bisa membaca surat-suratku ini karena kita berbeda dimensi. Aku tidak tahu apakah kamu sebenarnya ‘ada’ di dunia yang sama denganku saat ini (fyi, duniaku saat ini adalah bumi yang berputar mengelilingi matahari). Namun yang penting bukan ada atau tidaknya, namun siapakah aku dan siapakah kamu. Apakah kamu adalah sebuah mimpi bagiku, atau sebaliknya kamu sebentar lagi akan bangun dan merasa barusan bermimpi ada seorang aneh mengirimimu surat di blognya.

Namun di dimensi manapun kita, kita punya satu kesamaan: ada hal lain yang berada di dimensi yang lebih tinggi dari kita. Dan dengan keterbatasan dimensi ruang dan waktu kita, masih banyak hal yang belum kita ketahui. Walaupun begitu, dengan segala keterbatasan dimensi ini, teruslah berpikir. Aku pernah membaca, seorang filsof Rene Descrates berpendapat bahwa sesungguhnya kita itu fana atau tidak ada. Namun dia bisa yakin bahwa dia dan manusia lain itu ada ketika dia berpikir, karena dia tidak bisa berpikir di alam mimpi tentu saja. Kita berpikir, maka kita ada.

Teruslah ingin tahu mengenai hal-hal, seperti mengapa anakmu bisa lahir di duniamu dan bagaimana sebaiknya kamu mendidiknya tentang Dia yang berada di dimensi yang lebih tinggi itu. Ingatlah bahwa aku saat ini adalah seorang Hana yang sangat suka bertanya secara mendalam mengenai berbagai hal (yang kadang dianggap tidak penting oleh sebagian orang). Walaupun tidak sedikit juga orang yang merasa terganggu dengan pertanyaanku, teruslah bertanya dan mencari jawaban.

Teruslah berpikir, agar aku selalu bisa mengirimu surat-surat (tidak mungkin aku menuliskan surat untuk sesuatu yang tidak ada).

Tanpa lilin,

Hana-yang-berumur-kurang-lebih-20-tahun

Advertisements

2 thoughts on “#6 Untuk Hana-yang-berumur-kurang-lebih-30-tahun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s