Hal-hal Yang Ternyata

Saat itu di festival Kota Tua, ada serombongan pejabat datang untuk menghadiri suatu acara yang dihelat oleh suatu kafe elit. Rombongan pejabat itu datang dengan beberapa buah mobil yang terdiri dari seorang supir dan beberapa orang di dalamnya. Mobil-mobil berhenti di depan pintu kafe, didatangi oleh orang-orang sopan untuk membukakan pintunya. Satu per satu mobil itu menurunkan pejabat-pejabat terhormat yang saya tidak kenal mukanya. Kemudian mobil itu jalan sejenak, melipir ke bagian kanan ruas jalan dan berhenti.

Di balik mobil yang berhenti itu, ada juga yang napasnya berhenti sejenak. Ruas kanan jalan yang memberhentikan semuanya.

Yang ternyata, di pinggir jalan itu ada sekelompok manusia. Ada yang berambut dan berjenggot panjang. Ada yang rambut rapi dengan jaket jeans robek-robek. Di depan mereka ada tenda yang digelar di bawah. Yang ternyata adalah tempat mereka mencari nafkah dengan berjualan. Yang ternyata, terhalang jalannya untuk mencari nafkah karena mobil-mobil pejabat yang parkir di sana.

“Ya seperti ini. Harapan kita cuma malam minggu aja jualan di sini. Sekalinya malam minggu hujan, dateng pejabat mobilnya parkir di sini, ngalangin lapak. Kalau mereka peduli sama rakyat kecil, kan bisa parkir di tempat lain. Ga mengganggu orang kecil yang sedang cari nafkah. Kan sama aja mereka punya perut, kita orang kecil juga punya perut. Apakah kalau mereka datang lewat kita gausah makan? Katanya pejabat pro rakyat, slogannya gitu kalau kampanye, buktinya mana?” – Mas Ubed bercerita untuk intip.org

Simpel ya? Mungkin pejabat beserta bala tentaranya itu sama sekali tidak bermaksud mengganggu nasib orang lain. Mungkin mereka hanya ingin parkir di tempat yang dekat saja. Namun, ternyata ada orang-orang yang bahkan nasib perutnya terancam akibat keinginan parkir dekat itu. Orang-orang yang nasibnya berada di pinggiran jalan yang ternyata dihalangi oleh mobil-mobil besar itu.

Sering sekali kita melakukan berbagai hal tanpa banyak perhitungan. Tanpa melihat akibatnya bagi pihak lain. Yang ternyata menjadi suatu hal yang sangat signifikan bagi orang lain. Menjadi sangat merugikan bagi orang lain. Tidak usah orang, mungkin semut dan makhluk lain.

Semoga kita selalu terlindungi dari hal-hal yang ternyata bisa merugikan orang lain.

Advertisements

One thought on “Hal-hal Yang Ternyata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s