Sistem Makan Suwir-suwir

Hai.

Saya Hana dan saya punya suatu kebiasaan ketika makan: menyuwir-nyuwir lauk (memotong menjadi bagian yang lebih kecil) terlebih dahulu sebelum makan.
Saya tidak menyadari kebisaan ini sampai ada beberapa teman yang menyadari keanehan ini. Beberapa orang ada yang suka bertanya-tanya, bingung, atau protes dengan kebiasan saya ini. Dan di sini saya mau menjelaskan mengenai kebiasaan tersebut.

Jadi setiap kali makan, setelah cuci tangan, terutama jika lauknya ayam atau ikan, saya pasti terlebih dahulu memotong ayam tersebut menjadi beberapa bagian yang bisa langsung dimakan. Setelah itu, saya cuci tangan lagi, baru kemudian makan. Memang sih kelihatan cukup aneh dan terlalu ribet, namun kebiasaan menyuwir-nyuwir makanan ini adalah kebiasaan yang saya banget. Kebiasaan ini saya lakukan dengan berbagai alasan:

1. Manajemen lauk
Dalam sebuah hidangan biasanya saya makan nasi dan lauk. Terkadang porsi antara nasi dan lauk ini kurang seimbang, entah kebanyakan nasi atau kebanyakan lauk. Yang cukup tidak enak adalah ketika lauk sudah habis sedangkan nasinya masih banyak. Nah, dengan suwir-suwir,saya bisa memperhitungkan porsi lauk dan nasi sehingga memudahkan saya untuk manajemen makanan saya agar habis secara seimbang.

2. Pengalaman makan yang lebih mulus
Ketika makan, saya ingin merasakan pengalaman makan yang nyaman. Biasanya saya makan sambil baca buku, nonton film, atau mengobrol. Memang kurang baik sih, namun saya merasa agak rugi jika waktu makan saya hanya saya nikmati untuk makan saja. Kalau saya tidak menyuwir-nyuwir, pengalaman makan sambil menikmati sesuatu ini akan terganggu. Setiap selesai satu suapan, saya akan repot mengambil daging ayam dari tulangnya. Dengan menyuwir-nyuwir terlebih dahulu, pengalaman makan saya tidak akan terganggu hal-hal remeh dan bisa lebih fokus menikmati yang lain.

3. Save the best for the last
Seperti anak kecil, saya suka menyimpan hal-hal yang paling enak di belakang, termasuk makanan. Ketika makan ayam, misalnya, saya paling suka bagian kulitnya dan paling tidak suka bagian daging. Jadi saya selalu menyisakan bagian kulitnya di akhir makan. Dan menyuwir-nyuwir makanan membantu saya dalam hal ini. Saya bisa memilah hasil suwiran saya mana yang paling baik saya makan duluan.

Gimana? Menyenangkan kan menyuwir-nyuwir makanan? Walaupun begitu, tetap saja ada kekurangan dalam sistem makan suwir-suwir ini. Kekurangan sistem makan suwir-suwir adalah:

1. Ancaman pihak ketiga
Ketika makan, hati-hati dengan pihak ketiga. Pihak ketiga adalah orang-orang yang suka mengambil makanan orang lain seenaknya. Ketika saya makan dengan teman yang mempunyai karakter seperti ini, perhitungan alokasi hasil suwiran saya bisa jadi kacau karena dia. Bagian-bagian makanan yang paling enak (seperti kulit ayam, ekor lele) yang seharusnya dimakan pada urutan terakhir, bisa tiba-tiba diambil dan dimakan oleh pihak ketiga ini. Tentu saja, saya langsung bingung dan harus segera melakukan perhitungan ulang mengenai urutan makan hasil suwir tersebut.

2. Tantangan panas
Tantangan terbesar pada sistem ini adalah ketika makanan yang mau kita suwir-suwir itu panas, seperti ayam atau ikan yang baru saja digoreng. Hal ini sangat menghambat proses menyuwir-nyuwir makanan karena tangan kita harus bersentuhan dengan entitas yang panas. Tantangan ini berentet ke masalah waktu. Waktu makan yang harusnya bisa lebih cepat menjadi terlambat karena waktu suwir-suwir yang lebih lama. Namun yang paling penting, ketika panas menghadang, segera uraikan lauk tersebut agar panasnya segera keluar. Menguraikan lauk bisa menggunakan alat bantu seperti sendok dan garpu. Setelah tunggu beberapa saat, maka lauk jadi semakin friendly untuk disuwir-suwir.

Singkatnya, sistem makan suwir-suwir ini adalah cara yang saya gunakan untuk bisa menikmati pengalaman makan yang lebih sempurna. Sistem ini membantu kita untuk menyeimbangkan porsi lauk dan nasi, proses makan yang lebih mulus, dan alokasi bagian makanan pada waktu yang tepat. Walaupun ada beberapa kekurangannya, namun ketika makan saya belum pernah merasa terbebani dengan sistem ini. Nah, buat kalian yang masih merasa aneh dengan sistem makan seperti ini, kalian bisa mencoba melakukannya. Selain bisa makan dengan lebih indah, kalian juga bisa sekalian belajar manajemen dan perhitungan pada hal-hal kecil seperti makan :))

Sekian penjelasan saya mengenai sistem makan yang saya lakukan dalam hidup saya, semoga membantu! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s