Pakai Hati

Di semester ini saya mengambil 5 mata kuliah. Empat di antaranya saya sangat menikmati kegiatan pembelajarannya. Maksudnya, masuk kuliah tersebut merupakan suatu kebutuhan, bukan sekedar menulis presensi saja. Dan saya merasakan ilmu yang diberikan masuk dengan indah dan membaur denga otak dan hati #apasih.

Padahal di semester lalu, saya melewati 7 kuliah, dan setengahnya saya ikuti dengan cuma-cuma. Saya dulu selalu menyukai alasan agar tidak masuk. Sangat mudah terdistrak dan goyah agar bolos. Atau kalau di kelas, suka mengerjakan hal lain.

Dan saya menemukan selisih dari dua semester ini: hati.

Di semester ini saya kuliah dengan hati. I put my heart and love into it.

Klise ya? Tapi itu beneran lho. Beberapa tahun saya hidup saya menyadari, bahwa hati yang tulus dan ikhlas itu mempunyai dampak pada diri kita, apa yang kita lakukan, dan sekitar kita. Walaupun hal itu kecil, tapi kalau kita memberinya dengan hati yang tulus, maka dampaknya membahagiakan. Rasa terima kasih yang dikatakan dalam rangka sapaan biasa akan berbeda efeknya dengan yang dikatakan dalam rangka menyatakan bahwa orang tersebut benar-benar berjasa. Dan kita yang memberi pun akan merasakan kebahagiaan lebih bermakna setelah mengucapkannya.

Kalau kata Paul Mc Cartney,

And in the end, the love you take is equal to the love you make.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s