To Kill a Mocking Bird

the book

 

Wah akhirnya aku kembali lagi ke dalam hobi lama: membaca. Setelah sekian lama kehilangan aktivitas membaca cerita, akhirnya aku mencoba lagi untuk rajin membaca. Salah satu buku yang aku baca adalah karyanya Harper Lee, To Kill a Mocking Bird. Sebuah cerita lama, sudah pernah difilmkan, dan filmnya masih hitam putih. Walaupun gayanya cukup old style, rasanya sangat menyenangkan dan ringan ketika mengikuti ceritanya.

Sebenarnya ceritanya tidak terlalu spektakuler, tentang sebuah desa Maycomb yang dihuni oleh beberapa tipe manusia. Klimaks terjadi ketika seorang pengacara, Atticus, harus membela seorang nigger (kaum kulit hitam) dalam sebuah pengadilan. Yang membuat buku ini spesial adalah, gaya penulisan dan sudut pandang yang diambil. Harper Lee memakai sudut pandang seorang anak kecil bernama Jean Louise Finch, yang merupakan anak dari Atticus. Dan Harper Lee bisa dengan apik memberikan opininya mulai dari tentang persamaan hak manusia sampai bagaimana perempuan dipandang terhormat, lewat mata anak kelas 2 SD.

“Tidak, semua orang harus belajar, tak ada yang lahir sudah tahu membaca. Walter itu sebenarnya pintar, dia hanya kadang-kadang tidak naik kelas karena dia harus membolos dan membantu ayahnya. Tak ada yang salah padanya. Tidak, Jem, Kukira hanya ada satu jenis manusia. Manusia”-Jean Louise Finch

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s