#1Untuk Hana-yang-berumur-kurang-lebih-30-tahun

Surabaya, 21 Januari 2014.

Dear Hana-yang-berumur-kurang-lebih-30-tahun,

aku tidak tahu sebenarnya kamu ada atau tidak. Tapi jika kamu ternyata ada, aku ingin membantumu bahagia, dengan mengingat kenangan dan jejak kecil hidupmu yang sudah kamu habiskan di waktu mudamu.

Seminggu kemarin adalah awal tahun yang luar biasa. Aku dan beberapa teman-teman akhirnya merealisasikan rencana liburan kita: pergi ke Singapur. Masih ingat siapa saja mereka? Ada Luqman (yang mukanya kaya Arab, orang yang terlalu geek dan passionate dengan komputer), Anjar (paling bocah namun menjadi ketua DP, dewa), dan Ari (datuk asli, berhasil menjadi peserta workshop hari Kamis, orang paling menyebalkan). Hmm, karena mereka semua laki-laki, aku ke Singapur didampingi oleh Ibu the Super B Mom.

Liburan yang menyenangkan. First time-ku ke luar negeri, tidak jeleklah. Namun, yang membuat unik adalah rasanya bersahabat dengan 3 cowok itu. Menjadi cewek sendirian ternyata berbeda. Cowok-cowok itu terkadang bertindak super bocah. Sudah tahu kita harus cepat-cepat ke bandara, mereka malah berlama-lama di masjid, menonton orang akad nikah. Dasar para bocah kebelet nikah. Selain itu, menjadi cewek sendiri berarti menjadi bahan bullyan mereka. Terkadang mereka sok-sok menyebutku dengan panggilan ‘ratu’ yang sangat annoying. Dan mereka menjadi super heboh ketika tahu Ibu mendadani kukuku di Marina Bay. Apalagi ketika aku mejeng di kamera dengan gaya cewek, mereka menganggapku sok manis. Menyebalkan ya teman-teman masa mudamu?

Haha. Jangan terlalu kesal, begitu-begitu kamu harus ingat ketika mereka dengan ksatria menolong para wanita ini dengan membawa tas kita keliling Singapur. Atau ketika aku sedang terlalu lelah habis bersepeda di East Cost Park, mereka menunggui sepedaku, meminjamkan sandal, dan membawakan tas. Yang tidak diduga, mereka ternyata membelikanku sebuah to-do list note seharga SGD169. Unyu-unyu menyebalkan.

Ini ada sedikit bukti ceritaku:DSC03566

Begitulah kira-kira, cuplikan kehidupan masa mudamu di awal tahun 2014. Bagaimana kabar teman-temanmu itu sekarang? Masih bocah dan suka berebut mainan dengan anak-anaknya? Atau jangan-jangan mereka sudah tumbuh jadi lelaki super dewasa yang bersahaja? Haha. Well, sepertinya seorang Hana-yang-berumur-kurang-lebih-30-tahun ini harus sering-sering aku kasih surat untuk menceritakan masa mudamu. Kadang hal-hal begini yang bisa membuatmu sedikit senang ketika uang belanja bulanan sudah menipis.

Dadah, orang yang belum tentu ada.

tanpa lilin,

Hana-yang-berumur-kurang-lebih-20-tahun

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s