Jadi Orang Tua

Selama ini mikir, ntar kalau sudah punya suami, sudah punya anak, enakan di rumah aja deh. Ngurusin anak, ngedidik anak, atau jualan yang bisa di rumah aja. Ga kebayang kalau harus kerja kantoran pulangnya sore apalagi kalau di Jakarta. Yowes gitu aja, biar suamiku ntar yang kerja terus aku di rumah ngedidik anak, kalau bisa sambil ngebisnis juga biar ada pemasukan.

Terus tadi selama di mobil bareng Mbak dan Mas yang sudah berkeluarga, aku mendengar percakapan mereka. Tentang kebutuhan sehari-hari yang…banyak. Nanti beli rumah dulu, yang luas tanahnya lebih besar daripada luas rumah, soalnya investasinya kan di tanah. Habis beli rumah ntar baru melengkapi perabotan rumahnya, beli kasur, lemari, kulkas, mesin cuci, kursi, meja, dan lain lain. Nah bikin rumah idaman yang imut dan sederhana itu juga butuh duit. Belum lagi taman, pagar, listrik, air, bahan makanan sehari-hari, deterjen, sabun cuci, dan lain lain. Itu baru rumah, nanti kalau sudah punya anak….waduh. Biaya persalinan, check up kehamilan, baju bayi, makanan bayi, susunya kalau dia udah lebih dari 2 tahun (susu bayi kan mahal :O), mainan, kesehatannya, banyak deh. Belum lagi kalau anaknya beranjak dewasa, sekolahnya yang bagus, buku-bukunya, liburan panjang bersama keluarga, dan lain lain.

Mendengarkan percakapan orang dewasa tentang rumah tangga itu, seram. Rasanya tidak seindah yang dibayangkan, yang punya suami keren pakai baju bagus dan dasi. Kemudian kita tinggal di rumah minimalis ala iklan dengan taman yang asri. Setiap sore menyiram bunga yang bermekaran, memasak di dapur yang bagus dan bersih dengan peralatan lengkap. Terus punya anak yang imut kayak di iklan bayi. Anaknya sekolah di tempat yang keren, dia jadi orang pintar dan tampan. Aku bikin sekolah inspirasi untuk anak-anak kampung yang kurang mampu. Pergi haji bareng keluarga. Setiap lebaran mudik ke rumah orang tua dengan mobil yang nyaman. Yaudah gitu terus, sampai kemudian hidup bahagia selamanya.

Tumbuh dewasa dan menjadi orang tua itu sepertinya tidak mudah dan butuh perjuangan.

Advertisements

6 thoughts on “Jadi Orang Tua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s