Heran

Heran deh. Kenapa banyak orang (setidaknya yang pernah saya temui) cukup haus penghormatan? Kenapa mereka ada yang merasa sukses ketika sudah menjadi sesuatu? Kenapa ada yang sibuk memikirkan tawaran jabatan di depannya?

Ga papa sih, tapi… Biasanya itu tidak dibarengi dengan semangat memantaskan diri untuk dihormati. Tidak pula dengan definisi sukses di Bumi dan Langit. Tidak pula dengan wawasan kehidupan yang lebih dari kekuasaan.

Tidak. Bukan manusia seperti itu yang aku cari. Bukan manusia seperti itu yang menurutku pantas memimpin. Bukan pula untuk mengubah suatu peradaban.

Walaupun sayangnya, Bumi ini didominasi orang-orang seperti itu. Padahal di lahan yang semakin sempit ini, apalagi yang ingin diperebutkan? Di lapangan yang serba relatif ini, apalagi yang bisa membuat bahagia? Di panggung yang penuh drama ini, di mana lagi bisa menemukan suatu yang hakiki?

Advertisements

One thought on “Heran

  1. sepertinya hal itu sudah dari jaman dulu, bahwa setiap orang haus akan pujian, penghormatan dan semuanya di pandang dari sisi harta dan pangkat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s