Takut Galau

Hai.
Aku adalah orang yang takut galau. Ketika sekarang lagi ngetrend dengan perasaan galau, justru mungkin aku adalah orang yang paling menghindar dari perasaan galau. Bahkan sangking takutnya, Aku tidak berani menulis hal yang melankolis atau membaca blog orang yang melankolis. Ketika kegalauan hampir datang, yang aku lakukan adalah pencegahan sedini mungkin. Biasanya otak langsung mengambil alih segala perasaan dengan berpikir, “ini tidak penting. masih banyak hal produktif yang bisa kamu lakukan. effort yang kamu lakukan untuk galau tidak sebanding dengan output dari kegalauanmu.” Dan biasanya si otak selalu berhasil, untuk sementara.

galau junior

Perasaan ini pun langsung nurut. Sering sekali aku melakukannya. Namun entah si galau junior itu beneran menghilang dilibas sang otak atau bahkan dia hanya bersembunyi, bersarang di lubuk perasaan, dan bertambah besar menjadi galau senior. Besar sampai sekarang sebenarnya sang galau sudah beranak pinak di perasaan, membentuk pasukan dan sebentar lagi mereka (galau dan pasukannya) akan menyerang diriku.

Ouch, kalau kaya gitu aku harus persiapkan otak dengan berbagai macam logika lagi. Harus ekspor berbagai macam logika untuk menyerang kegalauan dong. Tapi yang aku lawan sekarang bukan lagi Sang Galau Junior seperti dulu, ini adalah Galau yang gemuk, karena sudah bersarang dan beranak pinak. Ugh, sebenarnya aku ga yakin dengan kemampuan otak yang pas-pasan ini. Bisakah otak ini melawan galau dan pasukannya?

bos galau

Mungkin aku bisa membaca kitab warna hitam itu. Dengar-dengar membacanya di tengah malam seperti membaca mantra mujarab untuk melawan galau, karena langsung minta kemenangan kepada Yang Maha Membolak-balikkan Hati.

 

“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” QS 13:28

Advertisements

4 thoughts on “Takut Galau

  1. Galau apa sih Han?
    Menurutku galau itu wajar, manusiawi dan tanda kalau kita masih normal hihi. Tapi masalahnya memang bagaimana kita mengontrol galau kita.

    Jadi jangan takut galau, takutlah gak bisa mengontrol galau. Anyway menurutku pengontrolan galaumu udah bener kok, tapi kenapa harus takut galau? hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s