Ngeyel

Sidoarjo, 1999

“Hana, ayo! sudah ngerjain PR belum? Ayo kerjain PR!”
“Iya Bu”
Bukannya malah mengerjakan PR, tapi anak kecil itu malah masuk ke dalam lemari dengan membawa steples dan kertas lipat warna hijau. Tiba-tiba anak kecil itu keluar, sambil nangis, “Ibuuu tangan aku berdarah…”
Oh ternyata jari tengahnya kena steples, darah yang keluar lumayan banyak, soalnya kena pas di nadinya.

Oalah nak, wes dibilangin buat ngerjain PR kok yo malah ngeyel, yo ngene jadinya.
***

Depok, 2013

Sebenarnya itu sederhana, tidak rumit, dan cantik, segala yang sudah diputuskan oleh Sang Maha Rencana.
Tapi aku sukanya bermain-main dulu. Sukanya yang muter dulu sana-sini, mbulet. Sampai nanti pas udah bingung dan tersesat, baru nangis, ngadu sama Yang Punya Apapun, minta dituntun ke jalan keluar. Padahal di awal sudah jelas, Dia sudah memberi tahu bahwa jalanku itu ke sini lho, kamu itu pantesnya di sini, harusnya begini. Tapi ya gitu, seperti anak kecil, rasanya kurang sreg kalau belum mencoba ini-itu, bikin pusing pikiran dulu, ngeyel dan malah sok jagoan pakai muter-muter dulu. Akhirnya ya gitu, ujung-ujungnya nangis kan?

 

 

PS: actually your heart has already known the answer, it is you who wants to make it more complex, Han :,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s