Relativitas Waktu

“Ada satu tempat dimana waktu berhenti. Butiran air hujan bergelantungan kaku di udara. Bandul jam bergerak separuh ayunan. Anjing-anjing mengangkat moncong mereka ke dalam lorong sunyi. Pejalan kaki membeku di jalanan berdebu, seakan kaki mereka terjerat tali. Aroma kurma, mangga, ketumbar, dan rempah-rempah tertahan di angkasa.
Ketika seorang kelana berjalan menuju tempat ini dari arah mana pun, ia akan bergerak semakin lambat. Debar jantungnya melemah, napasnya tersenggal-senggal, suhu tubuhnya turun, pikirannya kosong, hingga akhirnya ia mencapai pusat kematian dan berhenti. Inilah pusat waktu.” (Mimpi-Mimpi Einstein, Alan Lightman, hal 51)

“Di dunia seperti ini waktu adalah sesuatu yang tidak kontinyu, Waktu merenggang seperti jaringan saraf, Dari jauh tampat tersambung, tetapi dari dekat terepas satu-satu, dengan celah-celah berukuran mikroskopik tiap helainya. Gerakan saraf mengalir melalui satu segmen waktu, tiba-tiba berhenti, jeda, melompat dari kehampaan, dan hasilnya tampak di segmen berikutnya,” (Mimpi-Mimpi Einstein, Alan Lightman, hal 105)

***

Ah waktu. Betapa relatifnya waktu dunia. Angka-angka detik itu hanya sekedar penunjuk waktu mekanis yang bergerak kaku. Sebenarnya bagaimana waktu ini berputar? Apakah waktu adalah sesuatu yang kontinyu? Berapa kecepatan waktu berjalan? Apakah waktu berjalan beriringan di tempat yang berbeda? Kapankah waktu berhenti? Apakah waktu adalah abadi? Adakah definisi selamanya?

***

“Bayangkan satu dunia dengan orang-orang yang hanya hidup satu hari, Maka, detak jantung dan aliran napas mereka sangat kencang karena seluruh waktu hidup dipadatkan dalam satu putaran bumi dalam porosnya–atau rotasi bumi sedemikian pelan sehingga satu revolusi penuh membutuhkan seluruh waktu hidup manusia. Setiap tafsiran adalah shahih. Dengan demikian, seorang lelaki atau seorang perempuan melihat satu matahari terbit, satu matahari terbenam.” (Mimpi-Mimpi Einstein, Alan Lightman, hal 80)

***

Dia (Allah) berfirman, “Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui.” -QS Almu’minun:104

***

Well, jika begitu relatifnya waktu duniawi, begitu sementaranya putaran waktu bumi ini, dan begitu sebentarnya revolusi bumi mengelilingi matahari jika dibandingkan nanti, di sana, akankah ada cukup waktu? Akankah ada ‘menganggur’? Akankah ada waktu untuk sekedar menggeliat di kasur atau diam meratapi nasib? Akankah bisa terpikir untuk mengambil risiko dengan berbuat dosa? Ketika setitik waktu di dunia ini menjadi penentu kehidupan yang lebih abadi nantinya, Oh God, life is too short.

 

Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. (QS Al-ashr:1-3)

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Relativitas Waktu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s