Suroboyoan

 

 

Di sebuah toko oleh-oleh,

“Mbak iki edamame masa telulas ewu?”

“Iku sing cilik Bu!”

“Han, kon wes nang Suroboyo ta?”

“Iyo”

“Kapan muleh?”

“Mbuh pek, Minggu paling”

Di sebuah Bank, antara pegawai senior dan junior,

“He, iki kamu salah”

“Seng pundi Bu?”

“Sakjane gak ngene, ojok-ojok mbiyen kamu yo salah yo?”

Ah, kampung halaman. Akhirnya mendengar orang-orang di Bank, kasir toko, atau penjaga stan dengan logat medhok. Akhirnya mendengar bahasa Jawa Suroboyan yang khas kasarnya. Bukan lagi bahasa Jawa yang sering dicampur dengan, ‘lo-gue’-nya seorang teman. Bukan lagi bahasa Jawa yang terlalu halus ala daerah tengah. Bahasa Jawa yang Suroboyoan. Yang dengan nyaman memakai kata ‘kon’ atau imbuhan ‘pek’ dan ‘ta’. Yang dengan berlebihan selalu menambahkan ‘u’ untuk mengganti kata ‘banget (e.g dingin banget = duingin). Yang sering kali terdengar sapaan, “He Cak!” atau “He Rek!” atau bahkan “He C*k!”

Surabaya!

 

 

 

PS: Anw Surabaya kok tambah puanas ae yo rek? Oya, sakjane aku iki wong Sidoarjo lho –v

Advertisements

3 thoughts on “Suroboyoan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s