Anak Kampung

Dulu, sekitar 400-an hari yang lalu, perasaanku tak terdefinisi, ada rasa senang yang cukup tinggi karena berhasil masuk kampus impian, ada rasa takut mau diospek, ada rasa deg-degan harus tinggal sendiri, rasa panik karena ga kenal siapa-siapa, dan berbagai macam kombinasi rasa. Tapi satu kata: excited. Rasanya pertama kali pergi jauh dari kota pahlawan ini untuk waktu yang cukup lama itu deg-degan, senang, excited. Membayangkan apa yang akan nantinya aku temui itu sesuatu banget. Benar-benar sesuatu yang memanjakan hobi fantasiku.

Sampai akhirnya benar-benar pergi dari kota dengan tahu tek terenak ini, aku tetap excited. Melihat segala sesuatu dengan mata lebar, wow! wow! Norak, haha. Semangat hidup mandiri benar-benar merasuk. Hampir tiap hari menyuci baju sendiri, merasakan unyunya menjemur baju sambil nyanyi-nyayi, memaksakan diri berhemat untuk makan di warung, merasakan keinginan kuat untuk menguasai bahasa dari daerah lain, benar-benar seperti anak katak yang baru keluar tempurung. Ada keinginan buat bisa kenal sama semua anak kampus, bisa muter-muter ibu kota, tampil di TV,  rasanya ingin menguasai dunia.

Pokoknya semangat. Semangat anak kampung. Yang membuatku untuk masa bodoh dan bernergi. Yang membuatku semangat untuk dapat nilai A di setiap kuliah. Yang membuatku berani nyoba sana-sini.

.

.

.

Kangen deh jadi anak kampung lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s