Galau FTV

Ada suatu jenis galau yang sangat aku coba untuk hindari: galau FTV. Dalam bayanganku, galau FTV adalah galau mainstream seperti di FTV-FTV atau cerita teenlit. Jadi contohnya kaya, cemburu melihat orang yang disuka dekat dengan sahabat kita atau tentang berantem sama cowok yang disuka eh ternyata cowoknya juga menyesal telah berantem sama kita. Sejenis galau yang biasa diceritakan di FTV atau novel teenlit atau cerita remaja dimana kalau di cerita itu selalu happy ending. ugh.

Galau FTV ini sangat coba aku hindari karena gak keren. Just because it’s not cool to be confided or told to anyone. Hmm…. alasan yang sebenernya gak keren juga sih. Tapi gimana ya, aku ga bisa membayangkan diriku curhat ke orang dewasa dengan alasan si dia ternyata suka dengan cewek yang lebih cantik. Aku merasa diriku kurang keren saja. Dan sangat bisa ditebak jawaban orang dewasa tersebut. Antara “dia belum yang terbaik untukmu” atau “dia memang lelaki brengsek (seperti di sinetron-sinetron)” atau “masih banyak lelaki lain” atau “makanya jangan naksir-naksiran dulu, belajar dulu yang rajin” atau… atau… atau… gitudeh. Pokoknya kata-kata penenang yang juga mainstream yang akhirnya ga seberapa sedative lagi.

Selain alasan kekerenan, galau FTV juga dihindari karena dia itu mengacaukan. Kalau udah kena yang namanya galau FTV, butuh waktu yang sulit diprediksikan untuk akhirnya ga galau lagi, yah tergantung tingkat galaunya sih. Gejala dan penyakitnya juga kurang enak. Misalnya, bentar-bentar ngecek HP, berharap akan masuk smsnya dia tapi ditunggu-tunggu ga masuk-masuk karena memang si dianya ga mikirin itu (pukpuk). Atau lebih sering berfantasi membayangkan kau dan dia di sebuah tempat romantis di tepi pantai dengan lagu romantis ala band zaman sekarang *oooooooooh….*. Atau yang lebih ga enak lagi adalah, menjadi lebay. Jadi misalnya di media sosial langsung mengutarakan kondisinya yang paling sedih sedunia atau nge-RT tweet-tweet galau buatan orang lain. Atau sebenarnya bukan lebay sih, karena mungkin memang sedihnya itu banget. Pokoknya ga enak dan bikin terlihat kacau.

Eh tapi aku juga ga merasa galau FTV itu terlarang sih. Maksudku, yah kayanya zaman sekarang siapa sih yang gak pernah merasakan galau FTV? Kayanya itu sejenis galau yang menjadi mainstream karena hampir semua orang pernah merasakan berada di titik galau karena alasan yang mirip. Dan karena kedekatan jenis galau tersebut dalam kehidupan manusia, diangkatlah jenis galau tersebut ke dalam cerita ringan di FTV atau novel teenlit. Jadi yah, galau FTV itu seperti virus flu. Banyak sekali jenisnya, gampang sekali bermutasi, dan menyerang hampir ke semua orang. Siapa sih yang gak pernah flu? *hatchi!*

Advertisements

2 thoughts on “Galau FTV

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s