[REPOST] Surat Untuk Presiden

Halo Pak Presiden! Saya Hana murid SMA kelas XII. Pertama-tama, saya mohon do’a ya Pak, agar saya bisa menyelesaikan pembelajaran 3 tahun ini dengan baik dan semoga tingkat kelulusan di Indonesia semakin tinggi, amiinn. Ngomong-ngomong tentang kelulusan nih Pak, Bapak tau gak kalo hampir di semua kelas XII di setiap sekolah, pasti ada istilah joki? Joki itu istilahnya semacam bocoran soal gitu Pak. Saya rada’ heran deh pak, kok bisa ya orang orang itu dapet bocoran, apa emang pengamanannya yang kurang atau orang yang mengamankannya yang main curang? Entahlah, mungkin Bapak lebih punya kuasa untuk cari tahu.

Bapak Presiden yang baik hati, saya mau mengenalkan ibu saya nih Pak, boleh kan? Ibu saya itu seorang pengusaha exportir. Karena pekerjaannya, beliau sering berurusan dengan berbagai jasa pelayanan masyarakat yang diatur oleh pemerintah. Saya sih ga begitu hapal nama instansi-instansinya, tapi yang saya tahu ibu saya sering dibuat sedih oleh pelayanan mereka. Misalnya gini Pak, untuk mengurus sesuatu yang harga aslinya hanya Rp 50.000, beliau diharuskan membayar banyak kali lipatnya menjadi Rp 10.000.000!! Tentu saja, berhubung ibu saya orangnya baik, beliau menolak melakukan suap tersebut karena walaupun tidak sampai milyaran seperti yang ada di TV tapi tetap saja itu praktek korupsi. Jadinya, urusan ibu saya diulur-ulur sama badan pemerintahan tersebut. Kasihan deh Pak ibu saya itu, beliau sudah berjuang demi usahanya yang menjadi pegangan banyak orang dengan jujur dan benar, tapi direpotkan oleh badan-badan yang kayak begituan.

Contoh lainnya yang sangat umum itu pembuatan SIM. Semua sumber yang saya tau bilang kalau tes SIM C (apalagi di daerah saya) susah banget Pak, jadi gak mungkin orang bisa lulus dengan mudah, mungkin percobaan yang kesekian kali baru bisa lulus. Daripada ngulang bolak balik ke kantor polisi kan repot tuh Pak, jadi pasti banyak dong yang curang. Apalagi banyak polisi yang memfasilitasi tindakan tersebut. Dan yang bikin saya geregetan, kok rasanya sudah disengaja oleh para petugas pengurus SIM jadinya banyak yang ‘nembak’ SIM dan pasti bikin dompet mereka tambah tebel. Padahal lumayan lo Pak, sekali nembak sekitar 350.000-an lah. Puas itu buat karaokean, nonton, sama makan makan.

Ternyata pemberitaan korupsi yang ada di TV gak berlebihan ya Pak. Hampir semua badan pemerintahan ada sentuhan praktek korupsi, walaupun itu cuma beberapa puluh ribu aja. Apalagi yang udah di Jakarta sana Pak, yang sampe muncul di TV, mereka korupsi sampai berapa milyar berapa trilyun gitu, woooooowww… uang emang punya pesona yang luar biasa ya Pak. Padahal setau saya, gaji mereka itu lumayan tinggi lo, seenggaknya lebih tinggi dari gaji orangtua saya. Tapi kok masih ngerasa kurang aja ya Pak? Pengennya nambah terus uangnya, jadinya korupsi deh, emang uang segitu banyak buat apa sih Pak?

Makanya, pernah ada temen saya yang pinter dan kritis masalah beginian bilang kalau jadi politisi atau bergelut dibidang politik banyak dosanya. Lain kalau orangnya jujur dan bener bener mengabdi pada rakyat pasti banyak pahala. Tapi kalau seperti yang di TV itu, kebanyakan dari hartanya haram, gitu katanya Pak. Ambil dari perusahaan A 10 Milyar, dari perusahaan B 20 Milyar, jadi udah dapet 30 Milyar deh, bisa jalan jalan ke luar negeri. Pantesan kok pas sidang paripurna atau sidang apa gitu banyak yang keliatan ngantuk, tidur, atau BBMan. Soalnya ngapain juga ikut sidang begituan kalau uda punya banyak uang hasil pemerasan dari rakyat.

Padahal lo Pak, dibuku PKn yang saya pelajari, Indonesia itu punya ideologi keren namanya Pancasila. Dibuku-buku lain juga begitu, Pancasila dibilang ideologi yang paling top bersifat sistematis dan kesatuan yang organis, pokoknya bahasanya keren deh Pak. Apalagi dalam Pancasila saya tidak menemukan nilai nilai yang merepotkan rakyat, malah menjunjung tinggi hak-hak dan keadilan rakyat. Nah, herannya, kok para pejabat-pejabat pemerintahan itu melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan ideologinya sendiri. Apa mungkin mereka belum pernah diajari tentang nilai Pancasila atau nilai yang terkandung dalam agama? Gak tau deh, biar Bapak aja yang tanya ke mereka.

Sebenernya nih Pak, saya gak mau berpikir negatif tentang mereka, cuman realitas yang terjadi ditambah pemberitaan di media bikin saya jadi gimanaaaaa gitu tentang pemerintahan Indonesia. Saya jadi ngerasa gak percaya pada apapun yang berbau pemerintah dkk. Maaf lo Pak kalau surat saya ini jadi agak nyentil. Tapi karena saya nulis surat ini asli dari hati, jadi bahasanya agak belepotan hehe. Alasan saya nulis surat ini, karena saya masih percaya sama Bapak. Kayak yang ada di film-film spionase gitu Pak, biasanya bercerita tentang suatu penyelewengan di pemerintahan sedangkan yang diburu malah orang yang benar dan jadi korban, tapi ada salah satu pihak di pemerintahan yang masih jujur dan berusaha mengungkapkan kebenaran. Biasanya sih, endingnya yang jujur itu yang menang. Saya berharap Bapak bisa jadi pahlawan yang jujur kayak di film-film gitu Pak, terus ntar Bapak bisa membuka tirai dibalik sistem pemerintahan kita. Yah, walaupun saya tidak yakin Pak Presiden yang budiman ini bakalan membaca surat ini dan langsung menanggapi maksud saya, tapi saya tetep mendukung Pak Presiden kok. Langkah selanjutnya saya percayakan pada Bapak Presiden yang paling oke ini.

Terimakasih Bapak Presiden yang baik 🙂

Gadis yang berusaha bangga terhadap bangsanya,

Hana Fitriani

ps: sebenarnya posting ini dibuat tgl 9 okt 2010, dan maunya dipost tgl 10 nov bertepatan dg hari pahlawan tapi saya lupa -__-, karena takut lupa lagi, sekarang sajalah .

Tulisan ini dibuat pada tanggal 2 Desember 2010 dan dipublish di http://wordsofaworld.blogspot.com/2010/12/surat-untuk-presiden.html.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s