[REPOST] Dulu dan Sekarang dan Nanti

Beberapa bulan lalu, tertulis dalam sebuah agenda:

 

dengan diikuti di halaman-halaman berikutnya, tahun ini menjadi kepala divisi ini, tahun sekian menjadi menteri ini, tahun sekian membuat sekolah. Detil dengan waktunya.

 

****

Dalam sebuah wawancara…

Pewawancara (selanjutnya disingkat ‘P’): kamu pernah ga kepikir bikin target tahun ini harus jadi ketua apa atau apa gitu?

Yang diwawancara (selanjutnya disingkat dW): iya kak, dulu pernah saya targetin semester depan harus jadi BPH ini, tahun ini jadi ketua ini, tapi sekarang udah enggak lagi

P: lho, kenapa?

dW: soalnya yang saya kejar itu gimana caranya ngasih manfaat ke orang lain, bukan jabatannya. Takutnya kalau saya targetin harus jadi ketua ini ketua itu, saya akan berpikir bahwa saya baru bisa berkonstribusi setelah menjabat.

P: padahal, dari sifat-sifat kamu, kayaknya kamu cocok lho jadi ketua ini itu, sayang sih ga mau?

dW: bukan ga mau sih kak, cuma tujuan saya bukan jabatannya. Kalau memang menjabat jadi ketua ini atau itu menjadi suatu jalan untuk bermanfaat ya kenapa enggak?

***

“Saya telah mewawancara banyak petinggi-petinggi UI, para ketua-ketua itu, mereka memang hebat-hebat, jawabannya keren-keren. Tapi ketika saya tanya ‘Bagaimana Anda bisa mengubah bangsa ini?’ mereka mengatakan akan melakukan perubahan, nanti mereka akan menjadi menteri ini, menteri anu, presiden ini saat tahun xxxx.”

“Anda bisa mengubah dunia tanpa jabatan, Pemimpin itu independen, tidak bersandar pada sesuatu di luar dirinya. Ketika Anda berpikir bahwa Anda akan mengubah dunia setelah menjadi menteri atau apapun, Anda bukan lagi pemimpin” 

“Pemimpin tidak butuh sebuah jabatan struktural untuk mengubah lingkungannya, untuk mengubah dunia”

-cuplikan seminar dari Pak Arif Munandar (dengan perubahan)

Semoga, itu bukan sekedar wacana atau sekumpulan saliva yang berkumpul di mulut saja untuk menarik hati si P. Semoga itu bukan sekedar suatu cara atau idealisme agar terlihat keren. Semoga itu melebur dalam setiap langkah.

 

PS: kadang emang kalau kita nargetin jadi ini atau jadi itu bagus, kelihatan visioner dan terencana. Namun, ketika kita menargetkan itu semua, apa niatnya? Kelihatan keren? Panjangin CV? Eksis? Biar ntar bisa gampang dapet jabatan selanjutnya? Apa yang bakal kamud dapet setelah mencpai target itu? Muse it .

 

Tulisan ini dibuat pada tanggal 26 Mei 2012 dan dipublish di http://wordsofaworld.blogspot.com/2012/05/dulu-dan-sekarang-dan-nanti.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s